3 Kesalahpahaman Umum Tentang Botox

Seiring bertambahnya usia, ada peningkatan alami pada garis-garis halus dan kerutan. Namun, ada banyak pilihan perawatan untuk menghaluskan kulit dan mengembalikan kulit awet muda. Salah satu pilihan yang umum adalah suntikan Botox. Perawatan ini bekerja dengan cara merelaksasikan otot wajah penyebab kerutan. Apa yang perlu diketahui pasien tentang Botox? Berikut adalah 3 kesalahpahaman umum yang diselesaikan.

1. Perawatan ini Akan Membekukan Wajah Saya

Tujuan dari Botox adalah untuk mengendurkan otot-otot wajah yang menghasilkan kerutan. Suntikan diberikan di sekitar garis dalam dan kerutan, seperti garis tawa, kerutan, dan kerutan di alis. Namun, perawatan tersebut tidak mempengaruhi otot di sekitarnya. Orang-orang masih memiliki beragam ekspresi wajah, dan suntikan tidak menyebabkan wajah membeku.

2. Suntikan Akan Menyembuhkan Semua Kerutan

Suntikan bekerja paling baik pada garis yang disebabkan oleh gerakan. Perawatan ini tidak dimaksudkan untuk mengatasi kerutan yang disebabkan oleh kerusakan akibat sinar matahari, merokok, atau penuaan. Botox hanya efektif pada garis yang berhubungan dengan gerakan. Namun, perawatan tersebut telah terbukti dapat mengatasi kondisi lain yang tidak terkait dengan kerutan. Beberapa di antaranya termasuk migrain kronis, keringat ketiak berlebihan, kandung kemih terlalu aktif, kejang otot kelopak mata.

3. Botox itu Menyakitkan dan Berbahaya

Botox memang melibatkan tusuk jarum kecil untuk memberikan suntikan. Namun, banyak orang yang mengibaratkan ketidaknyamanan ini dengan sedikit sentuhan atau sensasi gigitan nyamuk. Suntikannya cepat, dan rasa sakitnya minimal. Perawatannya juga sangat aman. Tidak ada efek samping jangka panjang, dan pengobatan tidak memiliki sifat adiktif. Botox telah terbukti sangat aman untuk berbagai kondisi.

Apa yang Diharapkan dari Botox

Suntikan dilakukan secara rawat jalan di kantor dokter kulit. Suntikan botoks menggunakan jarum tipis untuk memasukkan sejumlah kecil toksin botulinum ke dalam otot. Jumlah dosis yang dibutuhkan pasien akan berbeda-beda berdasarkan perhatian. Setelah perawatan, pasien disarankan untuk tidak menggosok area yang terkena setidaknya selama 24 jam. Tidak ada waktu henti setelah perawatan, dan pasien mulai melihat efeknya dalam 1-3 hari. Biasanya, hasil bertahan selama 3 bulan atau lebih.

Menemukan Dokter yang Tepat

Sebagian besar kesalahpahaman tentang botoks berasal dari pasien yang mendapatkan perawatan dari orang yang bukan dokter. Cara teraman dan paling efektif untuk mendapatkan perawatan Botox adalah dengan memilih dokter yang mengkhususkan diri dalam perawatan tersebut. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang manfaat Botox, bicarakan dengan dokter kulit.